Minggu, 23 Agustus 2020

SERU! MTS AL-ISLAMIYAH SATRIA RAYAKAN TAHUN BARU ISLAM DENGAN PERLOMBAAN

Jakarta, Buletin MTs SATRIA, Momen Muharram atau yang lebih dikenal sebagai tahun baru Islam pada tahun ini bagi umat muslim tentu terasa sangat berbeda. Sebelumnya, umat muslim biasanya merayakan dengan pawai obor, kegiatan keagamaan, perlombaan dan lain sebagainya. Namun kali ini hanya bisa diam di rumah karena jika ketahuan berkumpul tanpa izin akan dibubarkan oleh pemerintah setempat. 

Tentu semua kalangan tahu, adalah pandemi Corona yang membuat segala sektor kehidupan berdetak lambat. Akibatnya segala proses penopang kehidupan banyak dilakukan dari rumah melalui jaringan internet dan media. 

Dalam dunia pendidikan misalnya, MTs Al-Islamiyah, Srengseng, Jakarta Barat merayakan tahun baru Islam 1442 Hijriah dengan menggelar berbagai macam perlombaan yang bertemakan keIslaman secara virtual pada 22 Agustus 2020.

Meskipun dilakukan secara virtual atau daring, perlombaan ini sangat mendapat antusias besar dari para peserta yakni siswa MTs Al-Islamiyah. Terbukti setiap kelas mengirimkan delegasinya masing-masing dalam setiap kategori perlombaan. 

"Alhamdulillah, lomba Muharram ini cukup mendapat antusias dari para siswa meski dalam kondisi pandemi. Mudah-mudahan kedepannya bisa lebih baik dan perlombaanya pun lebih beragam sehingga peserta akan lebih banyak tentunya," Ujar Ustaz Rudi selaku Ketua Dewan Juri Perlombaan kepada Buletin MTs SATRIA.  

Adapun cabang lomba diantaranya kumandang Adzan Subuh, Hafalan Surat AlMulk, dan Kaligrafi Asmaul Husna. Pada kategori Lomba Adzan Subuh dan Hafalan Surat AlMulk dilakukan melalui Google Meeting yang disaksikan langsung oleh dewan Juri. Sedangkan lomba kaligrafi dikirim dalam bentuk foto melalui WhatsApp atau e-mail.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut diantaranya Ida Bagus Gede Arnawa selaku penjamin mutu Yayasan SATRIA, Mahmud Fauzi selaku kepala madrasah, Nurul Febriani selaku wakil kepala madrasah bidang kurikulum, Saryati wakil kepala madrasah bidang kesiswaan dan para guru wali kelas dan mata pelajaran. 

Saryati selaku wakil kepala madrasah sekaligus ketua pelaksana lomba Muharram mengatakan kegiatan ini untuk mengajak siswa lebih dekat memaknai tahun baru Islam dengan melakukan hal-hal yang positif dan bermanfaat bukan hanya untuk diri sendiri lebih baik lagi untuk orang lain.

"Saya juga mengucapkan terima kasih kepada semua pihak atas partisipasinya dalam kegiatan ini sehingga dari awal sampai akhir dapat berjalan dengan baik dan lancar," ujarnya. 

Kegiatan yang berlangsung di ruang laboratorium komputer sejak pukul delapan pagi ini berakhir pada siang hari menjelang waktu Zuhur. Gelak tawa ringan dan tepuk tangan dari para guru pun meramaikan suasana menyemangati siswanya masing-masing. Adapun pemenang lomba akan diumumkan dalam beberapa hari kedepan. 

Selasa, 18 Agustus 2020

LOMBA VIRTUAL SEMARAK KEMERDEKAAN MTS SATRIA SUKSES DIGELAR

Jakarta, Buletin MTs SATRIA - Setiap merayakan hari kemerdekaan tentu seluruh masyarakat Indonesia disibukkan dengan berbagai macam kegiatan mulai dari pelaksanaan upacara, perlombaan hingga kendurian.

Pada tahun ini memang sedikit agak berbeda karena bangsa Indonesia masih diliputi kecemasan akan wabah Corona yang masih bersarang. Meski demikian, hal tersebut tidak membuat semangat dan semarak dalam merayakan kemerdekaan bangsa Indonesia ke-75 padam begitu saja. 

MTs. Al-Islamiyah SATRIA, Srengseng, Jakarta Barat salah satunya yang menyemarakkan hari kemerdekaan dengan berbagai macam lomba yang dilakukan secara virtual. 

Dika selaku ketua OSIS MTs Al-Islamiyah SATRIA mengatakan bahwa terselenggaranya lomba ini bertujuan untuk mengingat perjuangan para pahlawan bagaimanapun medan dan kondisinya demi tercapainya kemerdekaan Republik Indonesia.

"Selain itu perlombaan ini juga untuk mengisi waktu dengan kegiatan positif serta mengalihkan kekhawatiran dari wabah Corona," jelas Dika kepada Buletin MTs SATRIA di ruang Laboratorium Komputer MTs. Al-Islamiyah SATRIA. 

Adapun berbagai lomba yang diselenggarakan diantaranya Stand Up Comedy, Pidato, dan Menyanyi. Selain itu, lomba ini dilaksanakan secara gratis dan peserta yang memenangkan lomba tentunya akan mendapatkan hadiah. 

Penilaian lomba dilakukan oleh tim dewan juri diantaranya Hidayat selaku juri Stand Up Comedy, Siska selaku juri Menyanyi dan Ustaz Rifai selaku juri pidato. Rencananya lomba ini akan langsung diumumkan pada pukul 11 siang nanti.

Ludy Yudistia juga menambahkan bahwa kegiatan ini dilakukan semata-mata untuk memaknai kemerdekaan lebih mendalam apalagi dalam masa pandemi seperti ini. 


"Kegiatan kali ini sebagai bukti eksistensi kami MTs. SATRIA bahwa kemerdekaan sesungguhnya itu adalah kita harus lebih mandiri, kreatif, inovatif dan progresif apapun kondisinya," tegasnya. 

Kegiatan lomba yang dilakukan sejak pukul delapan pagi ini mendapat antusias yang cukup tinggi terbukti dengan banyaknya peserta yang mendaftar diberbagai ajang perlombaan.

Turut hadir mengawasi jalannya kegiatan diantaranya Mahmud Fauzi selaku Kepala Madrasah, Saryati selaku Wakil Kepala Madrasah bidang Kesiswaan, Nurul Febriani selaku Wakil Kepala Madrasah bidang Kurikulum, rekan guru wali kelas dan mata pelajaran serta rekan OSIS MTs SATRIA. 

Kamis, 13 Agustus 2020

RAPAT DINAS MTS SATRIA MEMBAHAS PROSES PEMBELAJARAN DI MASA PANDEMI

Jakarta, Buletin MTs Satria - "Jangan sampai memindahkan sekolah menjadi kerumah," begitulah pesan tegas yang disampaikan Anwar Aulia selaku pengawas madrasah di Kota Jakarta Barat dalam Rapat Dinas MTs Al-Islamiyah SATRIA, Srengseng, Jakarta Barat di ruang Laboratorium Komputer. 

Pandemi Covid-19 yang tidak bisa diperkirakan kapan akan rampung memang menjadi ujian berat bagi dunia pendidikan. Semua sekolah mulai dari jenjang SD sampai SMA/K yang biasa dilakukan tatap muka kini harus melalui daring (dalam jaringan) yang mana dalam proses tersebut banyak sekali kendala. Isu belajar tatap muka pun masih menjadi kabar angin belaka karena kenyataannya angka penyebaran virus Corona masih cukup tinggi di Jakarta. 

"Karenanya peran guru sangat penting disini, bagaimana proses pembelajaran harus tetap dilakukan," ujar Anwar memulai materinya. 

Selain itu durasi dalam pembelajaran melalui daring pun dipersingkat, karena dapat memakan banyak kuota internet para siswa jika proses pembelajaran dilakukan apalagi jika dilakukan melalui Zoom meeting atau Google meet. 

Gawai dan internet memang menjadi kendala utama terlebih para siswa tidak semua memiliki keduanya. Oleh karenanya proses pembelajaran yang dilakukan diharapkan menyasar pada intinya saja. 

"Karenanya para guru memerlukan kurikulum darurat di masa pandemi ini yang mana hanya menyampaikan materi yang sangat penting saja dan lebih intinya fungsi "keterpakaian" dalam materi tersampaikan dan dipahami siswa," tegasnya. 

Dijelaskannya bahwa kurikulum darurat ini merupakan kurikulum yang disesuaikan dengan keadaan. Kurikulum ini memangkas materi pelajaran yang tidak memiliki fungsi "keterpakaian" bagi siswa. 

"Misalnya dalam mata pelajaran IPA ada praktek dan kelistrikan, nah itu bisa disimpan dulu untuk nanti karena tidak memungkinkan dalam kondisi seperti ini," sambungnya. 

Kegiatan yang dihadiri oleh seluruh rekan guru MTs SATRIA ini semakin hangat ketika dalam sesi diskusi, Nurul, salah satu guru menanyakan perihal e-learning madrasah yang saat ini sedang digencarkan pemakaiannya dalam hal pembelajaran namun masih belum efektif mengingat para siswa  banyak yang tidak mengerti penggunaannya.  

Menurut Anwar, e-learning madrasah hanya merupakan salah satu media yang digunakan dalam pembelajaran, perbedaannya media tersebut langsung dibawah pengawasan pemerintah.  

"Jadi segala aktivitas guru dan siswa dapat diawasi oleh pemerintah. Adapun jika memang demikian kendalanya bapak/ibu guru bisa menggunakan media lain hanya saja tidak tidak serta merta ditinggalkan karena disitu ada kolom absensi kehadiran yang setiap harinya harus diisi," jelasnya.

Disamping itu Mahmud Fauzi selaku kepala Madrasah SATRIA menegaskan agar para guru tetap semangat dalam membimbing para siswanya bagaimanapun keadaanya. 

Turut hadir pula dalam kegiatan ini, Saryati, wakil kepala madrasah bidang kesiswaan dan Nurul Febriani, wakil kepala madrasah bidang kurikulum. Kegiatan pun berakhir pada waktu zuhur dan dilanjutkan dengan makan bersama.

Selasa, 11 Agustus 2020

MTS SATRIA GELAR LOMBA VIRTUAL DI MASA PANDEMI

Jakarta, Buletin Satria - Corona atau dalam bahasa ilmiah Covid-19 yang diyakini masih ada sampai sekarang masih membuat banyak publik merasa terancam. Alhasil banyak orang yang enggan keluar rumah dan lebih memilih diam di rumah jika memang tak penting sekali. 

Semarak dalam menyambut kemerdekaan dan tahun baru Islam atau Muharram pun mungkin tidak seriuh seperti biasanya. Namun demikian berbagai alternatif agar tetap memeriahkan kedua hari besar tersebut pun segera terlaksana salah satunya yang dilakukan oleh Mts Al-Islamiyah SATRIA, Srengseng, Jakarta Barat.

Sekolah yang bernuansa Islami ini menyelenggarakan berbagai perlombaan secara virtual dalam menyambut tahun baru Islam pada 20 Muharram nanti. Adalah Organisasi Rohis Mts Satria yang menjadi dalang kegiatan ini dan didukung penuh oleh pihak yayasan, Kepala Madrasah dan beserta jajarannya. 

"Kami akan melaksanakan lomba dalam bentuk virtual mengingat kondisi pandemi seperti ini," kata Muhammad Robi, Pembina Rohis MTs SATRIA ketika dihubungi Buletin MTs Satria. 

Dirinya juga mengatakan akan ada berbagai macam jenis lomba yang diadakan mulai dari lomba azan, kaligrafi dan hafalan surah Al Mulk. Ada yang unik dalam lomba ini yakni kategori lomba adzan yang menggunakan azan Subuh dalam penggunaannya. 

"Memang lomba adzan kali ini cukup berbeda dari sebelumnya dan pertama kali bagi MTs SATRIA karena menggunakan azan Subuh dimana ada tambahan kalimat disitu," sambungnya. 

Perlombaan ini juga berkat kerja sama antara pihak kesiswaan, OSIS dan Rohis. Adapun juri dalam perlombaan ini akan digawangi oleh ustaz kompeten dibidangnya diantaranya Ustaz Rudy, Ustaz Dayat, dan Ustaz Rifai. 

"Harapannya dalam kegiatan ini adalah untuk mengenal lebih dekat tahun baru Islam supaya giroh atau semangat dalam menuntut ilmu agama bertambah kuat, apalagi ini sekolah yang bercorak Islam," tandasnya

Senada dengan itu, Saryati selaku Wakil Kepala Madrasah bidang kesiswaan mengatakan bahwa kegiatan ini supaya tetap dimeriahkan oleh berbagai kegiatan positif dan kreatif meski pandemi masih melanda. 

"Momentum ini sangat bagus apalagi ini menyambut hari besar bangsa Indonesia dan agama Islam. Disinilah sama-sama kita tunjukan bahwa pandemi ini tak mampu membuat kita hanya untuk berdiam diri buktinya kegiatan-kegiatan sekolah MTs SATRIA masih tetap berjalan dengan baik," tandasnya mengakhiri. 

(Rido)

Senin, 10 Agustus 2020

Hijau sekolah ku Sejuk Udara ku

Jakarta, Mts Satria. - pagi ini Mts Islamiyah atau sering disebut Mts Satria berkontribusi tanaman-tanaman hijau,salah satu program Yayasan Satria yang berkolaburasi dengan Mts Satria guna penghijauan sekolah.

Kita sering sekali membaca tentang artikel penghijauan, namun tidak semua orang tergerak untuk ikut serta dalam penghijauan. Padahal penghijaun sangatlah penting untuk mahlukhidup yang ada di bumi. Namun sekarang makin banyak pembangunan yang membuat lahan penghijauan semakin sedikit, sehingga semakin membuat orang – orang lupa dengan penghijauan.

Salah satu orang cenderung kurang peduli dengan penghijauan, karena masih minimnya pengetahuan atau sosialisasi seputar penghijauan. Mari kita ulas tentang penghijauan yang begitu penting untuk bumi kita dan makhluk yang tinggal di dalamnya.

Pak Fauzi selaku Kepala Madrasah pun menambahkan,"bahwa memang kita ada program yayasan yang berkolaburasi dengan Mts untuk penghijauan area sekolah agar udara sekeliling terasa sejuk nan segar". ketika di wawancarai oleh buletin mts satria, (11/08/2020). Jakarta

Namun sebelumnya mari kita cari tahu tentang keadaan udara kita saat ini yaitu pemanasan global ,suhu rata-rata global pada permukaan Bumi telah meningkat 0.74 ± 0.18 °C (1.33 ± 0.32 °F) selama seratus tahun terakhir.terbukti Semakin hari, banyak yang membicarakan tentang efek global warming seperti diantaranya suhu udara yang meningkat, perubahan cuaca ekstrim dan ketidak teraturan musim. Sepertinya, kesadaran manusia akan pentingnya penghijauan sendiri sangat minim. Saya sendiri mengakui bahwa manusia justru semakin sibuk untuk menambah gobal warming itu sendiri seperti, memperparah polusi udara, penggunaan CFC pada lemari Es dan AC, meningkatnya jumlah penduduk dan aktifitasanya,teknologi,pemanfaat hutan yang tidak sesuai(pembalakan liar), dll lain sebagainya. Sementara yang memikirkan akan penghijauan itu sendiri sangat sedikit. Sehingga polusi dimana-mana.

semoga suatu harapan kedepannya bisa melestarikan dan memberikan edukasi kepada guru serta siswa siswi Satria agar pentingnya penghijauan disekolahan Satria Khususnya.

(Ludy)


Rabu, 05 Agustus 2020

Osis Mts Satria menyambut kemerdekaan di masa Pandemi

Jakarta, Mts Satria, - Osis Mts Satria pada kesempatan ini bereksistensi menyambut kemerdekaan Hut RI 75 tahun pada masa pandemi.

"kita harus bangkit untuk selalu berkreatifitas dalam mengasah kompetensi skill siswa siswi kami di mts satria pada masa pandemi ini" ujar Mahmud Fauzi, selaku Kepala Madrasah, Kembangan, Kamis, (6/8)

perlombaan ini dilakukan secara virtual dilaksanakan pada tanggal 17 Agustus dan di mulai pada pukul 08.00 pagi meski kemerdekaan pada tahun ini di masa pandemi, dan dimonitoring oleh dewan juri langsung berada di sekolahan Satria.

diantara perlombaan virtual tersebut adalah. lomba pidato, stand up comedy,dan menyanyikan lagu Nasional,dan semua lomba itu berdurasi waktu serta dewan juri dari Guru-guru Mts Satria. Kata Dika ketua Osis Mts Satria

peserta lomba akan diambil setiap kelas masing-masing dan di koordinatorkan oleh setiap walikelasnya.

Ludy Yudistia selaku pembina Osis selalu membimbing dan mengarahkan anggota osis untuk berkreatifitas membuat gagasan yang bagus dan berani bersaing di era globalisasi ini, dalam wawancara buletin Mts Satria.com

wakil kesiswaan bu Saryati pun menambahkan. "kami hanya mengayomi ide-ide cemerlang dari pada gagasan siswa siswi Osis yang mana terobosannya itu untuk meramaikan kemerdekaan dimasa pandemi ini".

Yayasan Tarbiyah Islamiyah Al Alawiyah atau disingkat Satria,selalu memberikan ruang kepada guru maupun siswa untuk selalu berlomba dalam berkreatifitas. semoga program Yayasan Satria ini bisa mencetak generasi yang berkualitas dan berakhlakul karimah

YAYASAN SATRIA PEDULI YATIM DAN DHUAFA


Jakarta, MTs SATRIA, - Yayasan Tarbiyah Islamiyah Al-Alawiyah atau disingkat SATRIA semakin gencar dalam melakukan aksi sosial. Terlebih ditengah pandemi Covid-19 ini banyak orang yang membutuhkan bantuan kemanusiaan terutama anak yatim dan Dhuafa.

Meski Yayasan SATRIA terfokus dalam bidang pendidikan, perannya dalam bidang kemanusiaan juga tak luput dihiraukan seperti kegiatan yang dilakukan melalui pihak MTs SATRIA di Pondok Yatim dan Dhuafa yang beralamat di Jl. Kembang Kerep No.A29, Meruya Utara, Kembangan, Jakarta Barat.  

"Kegiatan ini merupakan bakti sosial untuk menjalin silaturahmi dengan anak-anak yatim dan dhuafa serta para pengurus pondok ini sekaligus dalam rangka menyambut HUT Kemerdekaan RI ke-74 tahun," ujar Nurul Febriani selaku wakil kepala madrasah bidang kurikulum ketika ditemui buletin mts satria.com di lokasi pada 05 Agustus 2020. 

Dalam kegiatan tersebut turut hadir Mahmud Fauzi selaku kepala madrasah, Saryati selaku wakil kepala madrasah bidang kesiswaan, M. Robi, pembina rohis, Ludy Yudistia selaku pembina OSIS dan para anggota OSIS MTs SATRIA.

Senada dengan itu, Mahmud Fauzi mengatakan bahwa kegiatan ini merupakan kepedulian SATRIA kepada anak yatim dan dhuafa sebagaimana pesan Nabi dahulu. 

"Kegiatan ini juga merupakan program tahunan SATRIA. Hikmah kegiatan ini diantaranya kita yang diberikan kelebihan apalagi sebagai muslim harus memperhatikan anak yatim dan kaum dhuafa karena sesungguhnya kitalah yang butuh mereka sebab doa merekalah yang sangat diijabah oleh Alloh," jelasnya. 

Selain itu, Ludy Yudistia selaku pembina OSIS MTs SATRIA mengatakan bahwa kegiatan ini juga sebagai edukasi langsung kepada siswa bahwa kepada sesama makhluk harus saling memiliki kepedulian karena manusia adalah makhluk sosial yang saling membutuhkan satu sama lainnya. 

Para pengurus Pondok Yatim dan Dhuafa pun berterima kasih atas perhatian Yayasan SATRIA selama ini terhadapnya dan berharap semoga ikatan silaturahmi yang terjalin semakin erat dan Yayasan SATRIA makin maju dan jaya.

Malam Takbiran Stay Di Majlis Aja

Depok.- Demi mencegah terjadinya penularan Covid 19, warga diminta menghindari terjadinya Kerumunan Hal itu juga berlaku saat ma...